Opini
Meriam Diganti Bola, Hasilnya Tetap Sama: Spanyol Menghukum Prancis
15 Jul 2026 | 27 | Admin
Oleh: Elas Anra Dermawan, SH
Founder LBH NADI
Jambi, Jambinyanyok.com | Di panggung sejarah Eropa, Spanyol dan Prancis bukan sekadar dua negara bertetangga. Keduanya pernah menjadi rival yang saling menguji kekuatan melalui peperangan, perebutan pengaruh, hingga pertarungan dinasti. Berabad-abad kemudian, rivalitas itu tidak lagi ditentukan oleh dentuman meriam, melainkan oleh guliran bola di lapangan hijau.
Kemenangan Spanyol atas Prancis bukanlah perang, melainkan simbol bahwa persaingan antarbangsa kini diselesaikan dengan sportivitas, strategi, dan kecerdasan. Jika dahulu kemenangan diraih melalui kekuatan militer, hari ini kemenangan ditentukan oleh kualitas permainan, disiplin, dan mental juara.
Prancis datang dengan reputasi sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia. Namun reputasi tidak pernah mencetak gol. Yang mencetak gol adalah keberanian, organisasi permainan, dan efektivitas. Spanyol menunjukkan ketiganya, sementara Prancis harus menerima kenyataan bahwa nama besar tidak selalu mampu menyelamatkan hasil akhir.
Sejarah mengajarkan bahwa tidak ada kejayaan yang abadi. Dalam politik, hukum, maupun olahraga, siapa yang lengah akan ditinggalkan. Malam itu, Spanyol membuktikan bahwa kejayaan dibangun oleh kerja kolektif, bukan oleh romantisme masa lalu.
Karena itu, sepak bola kembali mengingatkan kita bahwa kemenangan sejati bukan lahir dari kesombongan sejarah, melainkan dari kemampuan menjawab tantangan zaman.(***)
Komentar
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.Tulis Komentar
Berita Trending
Berita Lainnya


