PEMIMPIN YG BERHASIL SELALU BERDAMPINGAN DENGAN ULAMA & GURU
07 Jul 2026 | 37 | Admin
Jambi,Jambinyanyok.com | Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik yang berhasil diwujudkan, tetapi juga dari kemampuannya membangun peradaban yang berlandaskan ilmu, moral, dan nilai-nilai keagamaan. Sejarah telah membuktikan bahwa pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi daerah maupun negaranya selalu menjadikan ulama dan guru sebagai mitra strategis dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Ulama adalah penjaga nilai dan moral bangsa. Mereka menjadi pengingat agar setiap kebijakan yang diambil tetap berpijak pada keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan umat. Sementara guru merupakan pilar utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing. Tanpa ulama, pembangunan berpotensi kehilangan arah. Tanpa guru, pembangunan kehilangan masa depannya.
Di Provinsi Jambi, semangat kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan insan pendidikan merupakan modal besar untuk mewujudkan daerah yang religius, maju, dan berdaya saing. Seorang pemimpin yang membuka ruang dialog dengan para ulama serta memberi perhatian serius terhadap dunia pendidikan menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada hari ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan generasi berikutnya.
Kedekatan seorang pemimpin dengan ulama dan guru bukanlah simbol politik, melainkan cerminan bahwa kepemimpinan dibangun di atas fondasi ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan. Dari ulama lahir nasihat yang menyejukkan, sedangkan dari guru lahir sumber daya manusia yang menjadi penggerak kemajuan daerah.
Masyarakat tentu berharap sinergi ini terus diperkuat. Ketika pemerintah, ulama, dan guru berjalan dalam satu visi, maka akan tercipta kebijakan yang berpihak kepada rakyat, pendidikan yang semakin berkualitas, serta kehidupan sosial yang harmonis. Inilah modal utama dalam mewujudkan Jambi yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Pada akhirnya, kepemimpinan yang dikenang bukanlah kepemimpinan yang hanya meninggalkan bangunan megah, melainkan kepemimpinan yang berhasil melahirkan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkeadaban. Karena itu, sudah selayaknya setiap pemimpin menjadikan ulama sebagai penuntun nilai dan guru sebagai penuntun ilmu. Dari keduanya akan lahir kebijakan yang bijaksana, pembangunan yang berkeadilan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat.
"Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang tidak berjalan sendiri. Ia menggandeng ulama sebagai penjaga moral dan guru sebagai pencetak peradaban."
— H. Herman, M.Pd.I


