Opini
Raden Syach Iran Syam (Ketua Raden Melayu Jambi) Desak APH Tak Tebang Pilih, Periksa Syarif Fasha DPR RI Dapil Jambi dalam Kasus JCC
12 Jun 2026 | 8 | Admin
Jambi, Jambinyanyok.com | Ketua Raden Melayu Jambi (RMJ), Raden Syach Iran Syam, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut secara menyeluruh polemik Jambi City Center (JCC) dan tidak tebang pilih dalam memeriksa pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan proyek tersebut.
Menurut Raden Syach Iran Syam, nama Syarif Fasha, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Dapil Jambi dan merupakan eks Wali Kota Jambi dua periode, tidak dapat dilepaskan dari perhatian publik karena proyek JCC lahir, direncanakan, dan berjalan pada masa kepemimpinannya sebagai kepala daerah.
"Kami meminta APH bekerja secara profesional, objektif, dan berani. Jangan hanya memeriksa pihak-pihak teknis, tetapi juga pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan saat proyek JCC berjalan. Karena itu, kami mendesak APH untuk memeriksa Syarif Fasha sebagai eks Wali Kota Jambi yang memimpin saat berbagai kebijakan strategis terkait JCC diambil," ujar Raden Syach Iran Syam.
Menurutnya, desakan tersebut bukan bentuk penghakiman terhadap seseorang, melainkan upaya mendorong keterbukaan dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait proyek yang dibangun di atas aset milik Pemerintah Kota Jambi tersebut.
Ia menilai masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses pengambilan kebijakan dilakukan, bagaimana pengawasan terhadap proyek dijalankan, serta apa yang menyebabkan JCC yang digadang-gadang menjadi ikon perekonomian Kota Jambi justru terus menjadi polemik hingga saat ini.
"Publik tentu bertanya-tanya. JCC merupakan proyek besar yang berjalan saat Syarif Fasha menjabat Wali Kota Jambi. Oleh karena itu, sangat wajar apabila masyarakat meminta APH turut meminta keterangan dan melakukan pemeriksaan terhadap beliau guna mengungkap seluruh fakta yang ada," katanya.
Raden Syach menegaskan, jangan sampai muncul kesan di tengah masyarakat bahwa hukum hanya berani menyentuh pihak tertentu sementara para pengambil kebijakan utama tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atau klarifikasi.
"Jika pengusutan JCC ingin benar-benar tuntas dan dipercaya masyarakat, maka semua pihak yang memiliki keterkaitan harus diperiksa tanpa terkecuali. Tidak boleh ada yang kebal terhadap proses hukum," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai status Syarif Fasha sebagai Anggota DPR RI tidak boleh menjadi penghalang bagi proses pemeriksaan apabila memang dibutuhkan oleh penyidik dalam rangka mengungkap fakta-fakta terkait proyek JCC.
"Dalam negara hukum, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Jabatan tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari proses klarifikasi atau pemeriksaan. Justru keterbukaan akan menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat," ujarnya.
Raden Syach berharap APH dapat menunjukkan keberanian dan independensi dalam menangani polemik JCC sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
"Kami mendesak APH untuk mengusut tuntas polemik JCC, memeriksa seluruh pihak yang terkait, termasuk Syarif Fasha sebagai eks Wali Kota Jambi dua periode yang kini menjabat Anggota DPR RI Dapil Jambi. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan dan kepastian atas proyek yang selama ini menjadi sorotan publik," tutupnya.
Komentar
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.Tulis Komentar
Berita Lainnya


