Ferdiansah KORDA BEM-SI Jambi Bersuara: PT Karet Bathin VIII Disorot soal Bau Menyengat dan Keluhan Warga
12 Aug 2026 | 272 | Admin
Sarolangun, Jambinyanyok.com | Koordinator Daerah Bem-SI Prov Jambi (KORDA JAMBI) Ferdiansah, melontarkan kritik tajam terhadap PT Karet Bathin Vlll. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bathin VIII, Jambi ini, dinilai abai dan menutup mata terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya bagi kalangan pemuda dan mahasiswa di Desa Tanjung dan sekitarnya.
Kritik ini muncul dipicu oleh bau menyengat yang busuk dihirup dan dirasakan oleh masyarakat dan mahasiswa Unisar disekitarnya setiap waktu Pagi hari dan Sore menjelang Maghrib. Ferdiansah mengungkapkan bahwa selama ini sudah cukup diam dengan kegelisahan masyarakat terkait bau busuk menyengat seakan akan pihak perusahaan semena mena berdiri tegak dan tidak ada upaya kejelasan dari pihak manajemen perusahaan untuk solusi bau menyengat akibat dari pengolahan perusahaan tersebut.
Jika PT SMM Pelawan kemungkinan bisa ditutup, Karena bau menyengat dan berdiri dipemukiman masyarakat, maka PT Karet Bathin Vlll juga bisa mungkin ditutup. Boikot Karena HUMAS PT Karet bukan asli warga Bathin Vlll maka ia tak akan pernah merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar.
“Kami sangat menyayangkan sikap PT Karet Bathin Vlll. Mereka beroperasi di wilayah kami, mengambil manfaat ekonomi dari tanah kami di Bathin VIII, namun kontribusi mereka terhadap pengembangan intelektual dan pemuda sangatlah minim ditambah lagi bau yang menyengat hingga mengakibatkan sesak nafas.” ujar Ferdiansyah dalam keterangan persnya, Selasa (11/08/2026).
Menurut Ferdiansah, sesuai dengan amanat Aturan jarak minimal lokasi industri atau pabrik terhadap pemukiman warga secara teknis disarankan sejauh 2 kilometer, mengacu pada pedoman seperti:
Peraturan Menteri Perindustrian No. 35 Tahun 2010. Kewajiban lokasi di dalam kawasan industri juga diperkuat dalam UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
Namun sangat disayangkan mereka tegak berdiri kokoh dipinggir jalan lintas dekat permukiman ditanah kami, membawa bau menyengat tanpa ada rasa bersalah kepada warga sekitar, dan kami menolak diam atas ketertindasan. Selayaknya Mahasiswa Agen Of Control Social.
Lebih lanjut, KORDA BEM-SI JAMBI ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia meminta manajemen PT Karet Bathin Vlll segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan mengelola bau limbah yang menyengat dan penyaluran CSR mereka agar lebih tepat sasaran bagi pemuda di Desa Tanjung dan sekitarnya.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari PT Karet Bathin Vlll untuk duduk bersama dan merespons kegelisahan masyarakat dan sekitarnya, kami dari BEM UNISAR akan melakukan konsolidasi massa yang lebih besar.
Jangan sampai investasi yang ada di Sarolangun ini justru mematikan langkah masyrakat untuk bebas diluar rumah dan mematahkan semangat pemuda sekitar” tutup Ferdiansah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Karet Bathin Vlll belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh pihak BEM-SI JAMBI.(***)


