PADAMKAN API, PADAMKAN JUGA HASRAT KESERAKAHAN HIDUP
11 Oct 2026 | 139 | Admin
Kajian Kitab Al-Hikam
Oleh: H. Herman, S.Ag., M.Pd.I
Ketua Umum PW. Lemtari Jambi
Jambi, Jambinyanyok.com | Imam Ibnu 'Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya yang agung, Kitab Al-Hikam, mengingatkan kita:
"Tidak ada api yang lebih membakar selain hasrat keserakahan. Tidak ada kabut yang lebih menyesakkan selain keinginan yang tak terkendali."
Kita sibuk memadamkan api di hutan dan lahan. Kita sibuk menuding siapa yang menyalakannya. Namun sering kali kita lupa: api yang membakar hutan lahir dari api yang ada di dalam dada. Hasrat ingin cepat kaya, keinginan menguasai tanah seluas-luasnya dengan cara instan, keuntungan sesaat tanpa peduli kerusakan yang ditinggalkan — itulah akar masalah yang sebenarnya.
Padamkan api di luar, tapi jangan lupa padamkan api di dalam.
Api di hutan bisa dipadamkan dengan air dan kerja keras. Tapi api keserakahan di hati hanya bisa dipadamkan dengan tiga hal: sadar diri, merasa cukup, dan takut kepada Allah.
Al-Hikam mengajarkan:
"Barangsiapa merasa cukup, maka hartanya cukup. Barangsiapa tidak merasa cukup, maka tidak ada yang akan memuaskannya."
Lahan dibakar karena ingin membuka areal lebih luas dengan biaya lebih murah. Api dinyalakan karena ingin hasil lebih cepat tanpa berpikir panjang. Semua berakar pada satu penyakit hati: ketidakpuasan. Padahal bumi ini milik Allah, kita hanya menumpang sebentar. Tidak ada yang kita bawa pergi selain amal yang baik.
Maka, mari kita berbenah:
1. Padamkan api di hutan dan lahan — dengan tangan kita sendiri, berhenti membakar, cegah pembakaran di sekitar kita.
2. Padamkan api di hati — dengan syukur, rasa cukup, dan kesadaran bahwa semua harta hanyalah titipan Allah.
3. Jaga alam, karena ia amanah Allah — merusaknya sama dengan mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kita.
4. Kendalikan nafsu, karena ia ujian terbesar kita — kemenangan sejati bukan menaklukkan bumi, tapi menaklukkan hawa nafsu sendiri.
Jika hati kita tenang, hutan pun terjaga. Jika keserakahan padam, asap pun tak datang. Padamkan api, padamkan juga hasrat keserakahan hidup. Itulah hikmah sejati dari Kitab Al-Hikam — untuk dunia yang fana ini, dan bekal kita menuju akhirat yang kekal.(***)


