BANK 9 RAIH JAMSOSTEK AWARD 2026: KETIKA PRESTASI DIUKUR DARI CARA MEMANUSIAKAN PEKERJA
Opini

BANK 9 RAIH JAMSOSTEK AWARD 2026: KETIKA PRESTASI DIUKUR DARI CARA MEMANUSIAKAN PEKERJA

  07 Oct 2026 |   4 |   Admin

Oleh: ELAS ANRA DERMAWAN, S.H.

Founder LBH NADI & Pengamat Hukum


Jambi, Jambinyanyok.com | Sebuah penghargaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi cermin: apa yang sebenarnya telah dilakukan, siapa yang merasakan manfaatnya, dan standar apa yang hendak dibangun setelah penghargaan itu diterima.


Dalam konteks itulah, Jamsostek Award 2026 yang diraih Bank Jambi atau Bank 9layak mendapatkan apresiasi.


Sebab, berbicara tentang jaminan sosial ketenagakerjaan bukan semata berbicara tentang kepatuhan terhadap kewajiban perusahaan. Di balik setiap kepesertaan jaminan sosial, ada manusia yang bekerja, ada keluarga yang menggantungkan hidup, dan ada risiko yang tidak pernah bisa diprediksi kapan datangnya.


Pekerja tidak hanya membutuhkan pekerjaan. Mereka membutuhkan rasa aman ketika bekerja.


Di sinilah letak pentingnya penghargaan terhadap Bank 9.


Prestasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan pekerja dapat menjadi bagian dari ukuran keberhasilan sebuah institusi. Bahwa perusahaan yang sehat bukan hanya perusahaan yang mampu mencatat pertumbuhan bisnis, tetapi juga perusahaan yang mampu memastikan orang-orang yang berada di balik pertumbuhan tersebut mendapatkan perlindungan yang layak.


Bagi saya, inilah makna yang lebih besar dari sebuah penghargaan.


JANGAN BERHENTI PADA TROFI


Namun, penghargaan juga membawa konsekuensi moral.


Ketika sebuah institusi telah mendapatkan pengakuan atas komitmennya, publik berhak berharap agar komitmen tersebut tidak berhenti pada satu momentum penghargaan.


Trofi boleh dipajang. Tetapi perlindungan pekerja harus terus berjalan.


Jamsostek Award semestinya menjadi titik tolak untuk memperkuat budaya perlindungan pekerja, bukan sekadar menjadi catatan prestasi tahunan.


Terlebih, dalam dunia kerja yang terus berubah, risiko terhadap pekerja juga berkembang. Perlindungan tidak boleh hanya dilihat sebagai dokumen kepesertaan, tetapi harus menjadi bagian dari tata kelola perusahaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pekerja.


Karena pada akhirnya, kualitas sebuah institusi tidak hanya terlihat dari bagaimana ia menghasilkan keuntungan, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan manusia yang membuat keuntungan itu mungkin terjadi.


BANK 9 DAN TANGGUNG JAWAB SETELAH PENGHARGAAN


Karena itu, apresiasi terhadap Bank 9 harus disertai harapan.


Semoga penghargaan ini semakin memperkuat komitmen Bank 9 dalam memberikan perlindungan kepada pekerja, sekaligus menjadi contoh bagi badan usaha lainnya di Jambi.


Sebab pembangunan ekonomi yang hanya mengejar angka akan mudah kehilangan makna apabila manusia yang menggerakkannya justru tidak mendapatkan perlindungan.


Ekonomi boleh tumbuh. Bisnis boleh berkembang. Tetapi manusia yang bekerja di dalamnya tidak boleh ditinggalkan.


Jamsostek Award 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan penghargaan.


Lebih jauh, ia adalah tentang nilai apa yang ingin kita bangun dalam dunia kerja: apakah pekerja hanya dipandang sebagai sumber daya, atau sebagai manusia yang memiliki hak untuk bekerja dengan aman dan bermartabat.


Dan jika Bank 9 telah mendapatkan apresiasi karena komitmen tersebut, maka publik patut mengatakan:


Selamat atas prestasinya. Pertahankan komitmennya. Tingkatkan perlindungannya. Karena penghargaan terbaik bagi pekerja bukanlah sebuah trofi, melainkan kepastian bahwa mereka dan keluarganya tidak ditinggalkan ketika risiko datang.

Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Tulis Komentar