Opini
DPRD Provinsi Jambi Pilih Kasih, Agus Triawan: Legislator Obral Janji, Saat Mahasiswa Datang Malah Sembunyi!
20 Jun 2026 | 65 | Admin
Jambi, Jambinyanyok.com | Aksi "pilih kasih" yang dipertontonkan oleh oknum anggota DPRD Provinsi Jambi dalam merespons aspirasi publik memicu kemarahan. Lembaga yang seharusnya menjadi rumah bagi rakyat kini dituding telah terdegradasi menjadi lembaga yang alergi terhadap kritik, terutama saat berhadapan dengan mahasiswa.
Agus Triawan, Demisioner Presiden Mahasiswa Universitas Nurdin Hamzah (UNH), melontarkan kritik pedas terhadap fenomena standar ganda yang dilakukan para wakil rakyat. Ia menyoroti perbedaan perlakuan yang sangat mencolok antara respons dewan terhadap kelompok MBG dengan respons mereka saat mahasiswa turun ke jalan.
"Ini bukan sekadar ketimpangan, tapi sudah masuk kategori penghinaan terhadap demokrasi! Saat kelompok MBG datang, mereka disambut bak raja, kursi-kursi empuk disediakan, dan dialog dibuka lebar. Tapi giliran mahasiswa datang membawa kebenaran dan tuntutan rakyat, para anggota dewan ini mendadak hilang ditelan bumi," cecar Agus dengan nada berang, Sabtu (20/06/2026).
Agus secara spesifik menuding oknum anggota dewan yang dianggapnya tidak memiliki integritas dalam menjalankan fungsi perwakilan. Ia menyindir perilaku oknum tersebut yang dinilai lebih sibuk menjaga kenyamanan posisi daripada mendengarkan jeritan rakyat.
"Anggota dewan seperti Iwan Wiranta itu seolah alergi dengan suara mahasiswa. Saat kelompok tertentu datang, semangatnya bukan main, tapi saat mahasiswa hadir dengan argumen kritis, dia lebih memilih bersembunyi di balik kursi empuknya.
Apa mereka takut? Atau memang tidak punya nyali untuk berhadapan dengan logika rakyat?" sindir Agus tajam.
Menurut mantan Presiden BEM UNH ini, perilaku "pilih-pilih" aspirasi adalah bukti nyata bahwa DPRD Provinsi Jambi telah kehilangan tajinya sebagai lembaga kontrol. Ia menilai para legislator tersebut telah gagal paham mengenai esensi sumpah jabatan mereka.
"Jangan hanya makan gaji buta dari uang rakyat tapi giliran ditemui rakyatnya malah bertindak seperti pengecut. DPRD bukan tempat untuk mencari aman atau melayani kroni tertentu.
Jika terus-menerus menutup akses bagi mahasiswa, jangan heran
jika kepercayaan publik akan luntur sepenuhnya. Rakyat sudah muak dengan sandiwara dan standar ganda kalian!" tegasnya.
Agus menutup pernyataannya dengan tantangan terbuka bagi seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi untuk tidak lagi bersembunyi dan berani menghadapi setiap aspirasi masyarakat tanpa membedakan siapa yang datang.
"Tunjukkan integritas, jangan cuma berani saat menerima kelompok yang menguntungkan saja. Mahasiswa tidak akan pernah berhenti menagih janji dan mengawal kebijakan yang merugikan rakyat," pungkasnya. (***)
Komentar
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.Tulis Komentar
Berita Trending
Berita Lainnya


