43 TAHUN LALU — H. HERMAN, PETUGAS PENURUNAN BENDERA PUSAKA PASKIBRAKA PROVINSI JAMBI TAHUN 1983
Opini

43 TAHUN LALU — H. HERMAN, PETUGAS PENURUNAN BENDERA PUSAKA PASKIBRAKA PROVINSI JAMBI TAHUN 1983

  17 Aug 2026 |   224 |   Admin

Jambi, Jambinyanyok.com | Tepat 43 tahun yang lalu, pada tahun 1983, di halaman utama Kantor Gubernur Jambi, sejarah kebanggaan terukir indah. Seorang pemuda bernama Herman, siswa MAN 40 Jambi, terpilih dan dipercaya memegang amanat paling suci — menjadi Petugas Penurunan Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih dalam barisan Paskibraka Provinsi Jambi. 
 
Saat itu, berdiri tegak di barisan terdepan, jantung berdebar penuh haru dan rasa bangga yang meluap-luap. Di hadapan para pejabat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Jambi, pemuda ini — putra daerah yang lahir dan tumbuh di tanah ini — memegang tali Bendera Pusaka dengan kedua tangan yang kokoh namun penuh kelembutan. Bukan sembarang bendera, melainkan bendera yang menyimpan sejarah perjuangan bangsa.
 
Ketika matahari mulai condong ke barat, tiba saatnya tugas mulia itu dilaksanakan. Dengan ketepatan gerakan yang sempurna, langkah yang tegak, dan pandangan yang lurus penuh keyakinan — Bendera Pusaka pun diturunkan perlahan, dengan penuh penghormatan, satu tarikan demi satu tarikan, hingga seluruh kain merah putih itu kembali ke tangan, lalu dilipat dengan rapi dan khidmat. Setiap lipatan adalah bukti cinta, setiap gerakan adalah lambang kesetiaan kepada negara.
 
"Menjadi bagian Paskibraka bukan sekadar tugas — itu adalah kehormatan seumur hidup. Menurunkan Bendera Pusaka adalah momen yang takkan pernah bisa dilupakan, kapan pun."
 
Kini, 43 tahun telah berlalu. Pemuda yang gagah itu kini telah menjadi H. Herman, sosok yang tetap membawa semangat, kehormatan, dan cinta tanah air yang sama hingga hari ini. Waktu berlalu, namun kenangan itu tak pernah pudar — justru semakin berharga, semakin bermakna.
 
H. Herman — Mantan Siswa MAN 40 Jambi, Petugas Penurunan Bendera Pusaka Paskibraka Provinsi Jambi Tahun 1983.
 
Namamu terukir abadi dalam sejarah kebanggaan tanah Jambi. Pengabdianmu, kesetiaanmu, dan semangatmu — menjadi teladan yang tak ternilai bagi generasi yang datang sesudahnya. (***)
Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Tulis Komentar