Celoteh Ringan : Kapan Waktunya Jambi Bisa Tembus Juara Umum MTQ Nasional
25 Sep 2026 | 25 | Admin
Jambi, Jambinyanyok.com | Di tengah rasa bangga yang membuncah di dada seluruh masyarakat Jambi, kini saatnya kita melangkah lebih jauh: Kafilah Jambi telah berhasil menembus posisi 13 besar pada MTQ Nasional XXXI Semarang tahun 2026. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa masih ada puncak tertinggi yang belum kita gapai — gelar Juara Umum MTQ Nasional.
Kapan saatnya "Jambi" bisa sampai ke sana? Jawabannya bukan menunggu keajaiban, melainkan memulainya dari rumah sendiri — dengan menegakkan mutu dan kualitas penilaian di tingkat Provinsi secara menyeluruh, ketat, dan berkelanjutan.
Oleh: H. Herman El Jambi
Penilaian Adalah Jantung Kredibilitas
Dewan Hakim bukan sekadar orang yang memberi angka di atas kertas. Mereka memegang amanah yang paling tinggi: memastikan bahwa setiap qori, qoriah, dan peserta yang dikirim ke panggung nasional adalah benar-benar putra-putri terbaik Jambi — terpilih lewat jalan yang jujur, transparan, objektif, dan bebas dari segala pengaruh.
Jika di tingkat provinsi penilaiannya longgar, tidak konsisten, atau terpengaruh kepentingan, maka kafilah yang dikirim ke panggung nasional pun tidak akan mampu bersaing sejajar dengan daerah lain. Karena itulah, memperketat kualitas Dewan Hakim Provinsi Jambi adalah langkah paling mendasar — tanpa kompromi.
INI STANDAR YANG HARUS DIJALANKAN
Pertama: Kompetensi Harus Setara Standar Nasional
Setiap hakim wajib menguasai sepenuhnya pedoman penilaian resmi. Bukan sekadar mengikuti selera atau kebiasaan pribadi, melainkan berpegang teguh pada ketentuan baku: tajwid yang benar, makhraj yang jelas, keindahan suara, adab tilawah, serta kedalaman pemahaman di cabang tafsir, fahmil, syarhil, hingga tahfizh. Dilakukan pembekalan teknis dan pelatihan ulang secara berkala agar pandangan semua hakim sama dan selaras.
Kedua: Netralitas Tanpa Pengecualian
Saat duduk di kursi penilai, tidak boleh ada lagi pertimbangan soal asal daerah, perguruan, kedekatan pribadi, maupun tekanan dari pihak mana pun. Dilarang berhubungan pribadi dengan peserta atau keluarga selama penilaian berlangsung. Tidak menerima pemberian, janji, atau bujukan apa pun yang dapat mengubah keputusan. Adil adalah satu-satunya jalan.
Ketiga: Terbuka, Jelas, Dapat Dipertanggungjawabkan
Nilai ditulis langsung, terlihat, dan dapat dipantau — tidak ada angka yang diubah di belakang punggung. Jika ada perbedaan nilai yang terlalu jauh antar-hakim, harus ada penjelasan tertulis yang wajar. Hasil dijaga ketat hingga saat pengumuman resmi, tidak boleh bocor sebelum waktunya.
Keempat: Tegakkan Kode Etik dengan Tegas
Dewan Hakim wajib mematuhi sepenuhnya aturan perilaku dan kode etik — sebagaimana telah diberlakukan pada MTQ Nasional XXXI. Siapa yang berpihak, menerima keuntungan, atau memanipulasi nilai, harus berani menerima sanksi: diberhentikan, dinonaktifkan, atau dicabut haknya menjadi hakim. Keanggotaan juga harus diputar secara berkala agar tidak tumbuh kebiasaan yang tidak sehat.
Kelima: Sertifikasi dan Kaderisasi Berkelanjutan
Ke depan, setiap hakim harus memiliki bukti kemampuan yang diperbarui secara berkala. Dibentuk kader calon hakim muda sejak dini, sehingga regenerasi berjalan lancar dan kualitas tidak turun dari masa ke masa.
JAMBI BISA BERSINAR — JIKA KITA JUJUR
"Jambi tidak akan dihargai sepenuhnya di tingkat nasional, jika di rumah sendiri kita tidak menegakkan keadilan. Dewan Hakim adalah benteng. Jika bentengnya kokoh, maka putra-putri terbaik Jambi akan tampil di panggung nasional dengan membawa kebenaran yang tak terbantahkan."
Memperbaiki sistem ini bukan untuk menyakiti siapa pun, melainkan untuk mengangkat derajat kita semua. Ketika proses pemilihan di Jambi bersih, ketat, dan profesional — maka setiap kemenangan kafilah Jambi di panggung nasional akan diakui, dihormati, dan dibanggakan oleh seluruh bangsa.
Langkah menuju Juara Umum MTQ Nasional tidak dimulai di kota lain. Ia dimulai sekarang, di sini — di ruang penilaian MTQ Provinsi Jambi ke-55 Kota Jambi. Di sanalah fondasi kemenangan itu diletakkan: dengan kejujuran, ketegasan, dan kecintaan tulus terhadap Al-Qur'an serta tanah kelahiran kita.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, menjaga hati para penilai, dan melahirkan kafilah Jambi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga diberkahi dan diakui segenap bangsa.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.(***)


