DARI DESA YANG SEDERHANA, MENJADI HARUM NAMA JAMBI — KISAH ANAK DESA YANG DIKUKUHKAN JADI GURU BESAR
Pendidikan

DARI DESA YANG SEDERHANA, MENJADI HARUM NAMA JAMBI — KISAH ANAK DESA YANG DIKUKUHKAN JADI GURU BESAR

  19 Aug 2026 |   19 |   Admin

Jambi, jambinyanyok.com | Tidak semua orang lahir di atas kemewahan. Tidak semua orang memulai langkah dengan fasilitas lengkap. Namun, dari tanah yang sederhana, dari tangan yang bekerja keras, dan dari doa yang tak pernah putus — lahirlah sosok yang membuktikan: kemiskinan bukan penghalang mimpi, dan kesederhanaan bukan penghalang untuk menjadi yang terhebat.
 
Kisah itu nyata. Kisah itu ada di sosok Dr. Ahmad Ridwan, S.Ag., M.Pd.I — seorang anak desa yang bermodalkan tekad baja, kesabaran tanpa batas, dan doa orang tua yang mengalir tiada henti, kini siap dikukuhkan menjadi Profesor (Guru Besar) — jabatan akademik tertinggi yang tak diraih dengan mudah, melainkan dijemput dengan keringat, air mata, dan perjuangan bertahun-tahun lamanya.
 
DARI DESA, DENGAN SEMANGAT TAK PERNAH PADAM
 
Beliau lahir dan tumbuh di tengah kesederhanaan desa. Sejak kecil, beliau sudah paham arti berjuang. Bangun pagi sebelum matahari terbit, membantu orang tua, lalu berjalan jauh menuju sekolah dengan tas berisi buku-buku yang dijaga sepenuh hati. Di malam hari, di bawah cahaya yang sederhana, beliau membaca dan berdoa — berjanji pada diri sendiri dan pada Tuhan, bahwa ilmu yang dipelajari akan menjadi jalan untuk mengangkat derajat keluarga, dan membawa nama baik tanah kelahirannya.
 
Tidak ada jalan yang mulus. Ada masa ketika lelah hampir memenangkan hati. Ada saat ketika keraguan sempat mengetuk pintu. Ada malam-malam panjang di mana beliau harus memilih antara istirahat atau terus menuntut ilmu — dan beliau memilih ilmu. Sambil mengajar, sambil mengabdi, sambil menafkahi keluarga, beliau tetap tidak berhenti. Langkah demi langkah, satu jenjang ke jenjang yang lebih tinggi: S.Ag., lalu M.Pd.I, hingga akhirnya meraih gelar Doktor.
 
Banyak orang melihat gelarnya, namun hanya sedikit yang tahu betapa beratnya perjuangan di baliknya. Banyak orang melihat keberhasilannya, namun tidak semua tahu betapa seringnya beliau berdoa agar tidak pernah lupa dari mana beliau berasal.
 
 
 
MOMEN BERSATU — KEBANGGAAN SELURUH JAMBI
 
Dan kini, setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh pengorbanan, momen yang dinanti akhirnya tiba. Pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 08.30 WIB, di Gedung Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, seluruh mata akan tertuju pada beliau — anak desa yang kini membawa nama tinggi almamater dan Provinsi Jambi — saat dikukuhkan secara resmi menjadi Prof. Dr. Ahmad Ridwan, S.Ag., M.Pd.I.
 
"Saya tidak membawa harta kekayaan dari desa saya. Yang saya bawa hanyalah doa ibu, nasihat bapak, dan keyakinan bahwa Tuhan tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Gelar ini bukan milik saya seorang. Ini milik desa yang membesarkan saya, milik orang tua yang tak pernah lelah mendoakan, dan milik setiap anak desa yang sedang bermimpi besar," ujar beliau dengan suara rendah namun penuh keteguhan, matanya berkaca-kaca menyimpan rasa syukur yang tak terlukiskan dengan kata-kata.
 
 
 
PESAN YANG MENYENTUH SETIAP HATI
 
Kisah Prof. Dr. Ahmad Ridwan, S.Ag., M.Pd.I adalah pesan untuk kita semua:
 
"Jangan pernah malu berasal dari desa. Jangan pernah malu memulai dari bawah. Justru dari bawahlah kita belajar untuk menghargai setiap langkah. Justru dari kesederhanaanlah lahir jiwa yang kuat, yang tidak mudah sombong, dan tidak mudah menyerah. Jika saya — anak desa yang tidak punya apa-apa — bisa sampai sejauh ini, maka siapa pun yang berjuang dengan tulus dan tidak pernah lupa berdoa, pasti juga bisa."
 
 
 
 UNDANGAN UNTUK HADIR DAN MENYAKSIKAN
 
Momen ini bukan milik beliau saja. Ini adalah kebanggaan seluruh sivitas akademika UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, kebanggaan masyarakat desa kelahirannya, dan kebanggaan seluruh rakyat Jambi. Mari hadir dan saksikan bukti nyata bahwa kerja keras, doa, dan ketulusan pasti akan berbuah hasil yang manis.
 
Kamis, 20 Agustus 2026
Pukul 08.30 WIB
Gedung Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Tulis Komentar