HJ. ERNAWATI DAN VISI JAMBI GLOBAL: MEMBANGUN DARI IDENTITAS MELAYU MENUJU PANGGUNG INTERNASIONAL
Opini

HJ. ERNAWATI DAN VISI JAMBI GLOBAL: MEMBANGUN DARI IDENTITAS MELAYU MENUJU PANGGUNG INTERNASIONAL

  08 Sep 2026 |   16 |   Admin

ELAS ANRA DERMAWAN, SH

Founder LBH NADI & Pengamat Hukum


Jambi, Jambinyanyok.com | Jambi tidak boleh terus-menerus dipandang hanya dari batas geografis dan administratifnya. Di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka, kemampuan suatu daerah tidak lagi semata-mata ditentukan oleh luas wilayah, besarnya anggaran, atau kekayaan sumber daya alam. Masa depan suatu daerah juga ditentukan oleh cara berpikir, kemampuan membangun jejaring, kekuatan sumber daya manusia, serta keberanian menempatkan identitas lokal dalam ruang nasional dan internasional.


Dalam konteks inilah, gagasan dan pandangan Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., Ketua PW ISMI Provinsi Jambi, tentang pentingnya melihat pembangunan Jambi dari perspektif yang lebih luas dan berorientasi internasional menjadi menarik untuk dikaji.


Membangun Jambi dari kacamata internasional bukan berarti meninggalkan identitas daerah. Justru sebaliknya, Jambi harus mampu menemukan kekuatan identitasnya sendiri, kemudian memperkenalkannya kepada dunia.


JAMBI HARUS KELUAR DARI CARA PANDANG YANG TERLALU LOKAL


Salah satu persoalan pembangunan daerah adalah kecenderungan melihat masa depan hanya dari kepentingan jangka pendek. Pembangunan sering kali berhenti pada persoalan proyek fisik, anggaran tahunan, dan keberhasilan administratif.


Padahal, pembangunan yang sesungguhnya harus memiliki visi jangka panjang.


Jambi harus mulai bertanya: bagaimana daerah ini ingin dikenal dalam 20 atau 30 tahun mendatang?


Apakah Jambi hanya ingin dikenal sebagai daerah penghasil komoditas dan sumber daya alam? Ataukah Jambi ingin dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu, pendidikan, sejarah, pariwisata, dan peradaban?


Pertanyaan tersebut sangat penting karena setiap daerah yang ingin maju harus memiliki identitas pembangunan.


Daerah tanpa identitas pembangunan akan mudah tertinggal dalam kompetisi. Sebaliknya, daerah yang mampu membangun narasi besar akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi, mengembangkan pariwisata, membangun pendidikan, serta memperluas kerja sama.


Di sinilah perspektif internasional yang dibawa oleh Hj. Ernawati memiliki relevansi.


MELAYU BUKAN SEKADAR IDENTITAS, TETAPI KEKUATAN PERADABAN


Melayu tidak boleh hanya dipahami sebagai pakaian adat, bahasa daerah, atau kegiatan seremonial. Melayu adalah identitas peradaban yang memiliki sejarah panjang.


Namun tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjadikan identitas tersebut tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.


Organisasi seperti PW ISMI Provinsi Jambi harus mengambil peran lebih besar dalam proses tersebut.


Kaum sarjana Melayu tidak cukup hanya menjaga warisan masa lalu. Mereka harus mampu menerjemahkan nilai-nilai budaya ke dalam gagasan pembangunan masa depan.


Nilai Melayu dapat dikembangkan menjadi kekuatan pendidikan. Budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Sejarah dapat menjadi modal pariwisata. Sementara jaringan intelektual dapat menjadi instrumen kerja sama nasional dan internasional.


Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diberdayakan secara produktif.


HJ. ERNAWATI DAN TANTANGAN MEMBANGUN DIPLOMASI BUDAYA


Kepemimpinan Hj. Ernawati di PW ISMI Provinsi Jambi memiliki tantangan yang tidak kecil.


ISMI harus mampu keluar dari sekadar aktivitas organisasi internal dan tampil sebagai kekuatan intelektual yang melahirkan gagasan.


Organisasi sarjana seharusnya memiliki keberanian menyampaikan rekomendasi kebijakan, melakukan kajian, membangun diskusi publik, serta menghadirkan gagasan alternatif terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.


Dalam konteks internasional, Jambi memiliki potensi besar untuk membangun diplomasi budaya.


Hubungan historis dan kultural Melayu dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama pendidikan, kebudayaan, penelitian, ekonomi kreatif, dan pengembangan sumber daya manusia.


Namun semua itu membutuhkan strategi.


Internasionalisasi tidak cukup dilakukan dengan menghadiri kegiatan internasional atau memasang simbol-simbol global. Internasionalisasi harus melahirkan hasil yang nyata bagi masyarakat.


Kerja sama harus menghasilkan pertukaran pengetahuan. Hubungan budaya harus menghasilkan promosi kebudayaan. Jejaring internasional harus membuka peluang pendidikan dan ekonomi.


PERSPEKTIF HUKUM: GLOBALISASI TIDAK BOLEH MENGORBANKAN RAKYAT


Dari perspektif hukum, keterbukaan terhadap dunia harus tetap berlandaskan pada prinsip perlindungan kepentingan masyarakat.


Investasi dan kerja sama internasional memang diperlukan, tetapi tidak boleh menyebabkan masyarakat lokal kehilangan hak atas ruang hidup, lingkungan, dan masa depannya.


Karena itu, pembangunan yang berorientasi global harus berjalan bersama dengan:


Pertama, kepastian hukum.


Kedua, perlindungan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal.


Ketiga, perlindungan lingkungan hidup.


Keempat, pemerataan manfaat pembangunan.


Kelima, partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan.


Jambi tidak boleh menjadi terbuka kepada dunia tetapi tertutup bagi kepentingan rakyatnya sendiri.


Prinsipnya harus jelas: membuka Jambi kepada dunia tanpa menyerahkan Jambi kepada kepentingan yang mengabaikan rakyat.


ISMI HARUS MENJADI LABORATORIUM GAGASAN


Saya melihat ISMI memiliki posisi yang sangat strategis apabila mampu memainkan perannya sebagai organisasi intelektual.


PW ISMI Provinsi Jambi harus mampu menjadi semacam laboratorium gagasan bagi pembangunan daerah.


Diskusi harus menghasilkan rekomendasi. Kajian harus menghasilkan kebijakan alternatif. Pertemuan harus menghasilkan program. Jaringan harus menghasilkan kerja sama.


Di bawah kepemimpinan Hj. Ernawati, tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana menjalankan organisasi, tetapi bagaimana menjadikan organisasi memiliki pengaruh terhadap perkembangan pemikiran dan pembangunan Jambi.


Masyarakat membutuhkan organisasi intelektual yang berani berbicara berdasarkan data, penelitian, argumentasi, dan kepentingan publik.


Di tengah perkembangan politik yang sering kali dipenuhi kepentingan jangka pendek, kaum intelektual harus tetap menjaga ruang rasionalitas.


DARI JAMBI UNTUK DUNIA


Masa depan Jambi tidak hanya ditentukan oleh apa yang dilakukan pemerintah. Masa depan Jambi juga ditentukan oleh kontribusi akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kebudayaan, pemuda, pengusaha, dan kaum profesional.


Pembangunan membutuhkan kolaborasi.


Hj. Ernawati, melalui posisi strategisnya sebagai Ketua PW ISMI Provinsi Jambi, dapat mendorong lahirnya gerakan intelektual Melayu yang lebih terbuka terhadap dunia.


Namun keterbukaan tersebut harus memiliki prinsip: berpikir global tanpa kehilangan akar lokal.


Jambi harus mampu berbicara dengan dunia, tetapi tetap memahami dirinya sendiri.


Kita tidak boleh hanya bangga terhadap sejarah, sementara generasi masa depan tidak memiliki gagasan.


Kita tidak boleh hanya menjaga simbol budaya, tetapi gagal membangun kekuatan ekonomi dan pendidikan.


Kita juga tidak boleh hanya berbicara mengenai kemajuan, tetapi melupakan keadilan sosial.


PENUTUP


Gagasan membangun Jambi dari perspektif internasional pada dasarnya adalah sebuah tantangan untuk mengubah cara berpikir.


Hj. Ernawati dan PW ISMI Provinsi Jambi memiliki peluang untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut.


Melayu harus ditempatkan bukan hanya sebagai identitas masa lalu, tetapi sebagai kekuatan intelektual untuk menghadapi masa depan.


Jambi harus berani keluar dari cara pandang yang sempit.


Jambi harus membangun sumber daya manusianya, memperkuat kebudayaannya, menjaga hukumnya, melindungi lingkungannya, serta membuka jaringan dengan dunia.


Karena pada akhirnya, pembangunan yang besar selalu dimulai dari keberanian untuk memiliki cara berpikir yang besar.


Jambi harus tetap berpijak pada akar Melayu, tetapi pandangannya harus mampu menembus batas dunia.


Dan di tengah kebutuhan akan gagasan besar tersebut, kepemimpinan Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd. sebagai Ketua PW ISMI Provinsi Jambi diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan membangun Jambi yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi memiliki identitas, gagasan, dan kontribusi dalam percakapan yang lebih luas nasional dan internasional.(***)

Bagikan:

Komentar

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini.

Tulis Komentar